Minggu, 14 Februari 2016
Review Valentine Di Indonesia
Tentu saja sebelum membahas valentine, kami tahu asal-usul valentine dan berdasarkan apa hari kasih sayang ini dilakukan, tapi cara pikir seperti itu yang melarang valentine hanya karena asal-muasalnya dari seorang santo, benar-benar salah dan aneh.
Jika orang-orang atau kelompok yang tidak senang valentine karena asalnya, orang atau kelompok itu akan menjadi seorang yang sangat munafik, karena apakah orang-orang itu tahu asal-muasal hari dan tanggal yang kita gunakan? Asal teknologi yang kita gunakan? Asal tata hukum dan konsep negara yang kita gunakan juga uang yang mereka gunakan? Banyak lagi fakta yang akan langsung menjatuhkan palu munafik pada mereka. Jika mereka tidak mau munafik dan tetap menyalahkan valentine hanya karena asalnya mereka harus melepaskan semua teknologi dan keseharian yang mereka biasa lakukan untuk kembali ke jaman pertengahan lampau.
Tidak bisa hanya karena sesuatu itu menguntungkan maka otomatis dilumrahkan sedangkan bila sesuatu yang mereka anggap jelek hal yang sama malah dipermasalahkan.
Lalu jika kita tidak memakai alasan asal-usul valentine sebagai cap jika valentine itu jelek dan berusaha open minded. Apakah valentine itu buruk? Menurut kami iya dan tidak.
Iya karena melakukan kasih sayang tidak perlu pada satu hari yang spesial saja, sama halnya dengan menghormati negara jangan hanya pada 17 agustus saja. Lagipula jeleknya mental dan pemahaman apa itu kasih sayang di kalangan remaja malah membuat hari kasih sayang jadi hari berbuat mesum.
Tidak karena prilaku buruk orang-orang yang berbuat mesum di hari valentine tidak bisa menyalahkan harinya, jika kamu berbuat salah jangan menyalahkan objectnya selalu salah subjectnya, sayangnya banyak manusia tidak mau disalahkan sehingga mencari kambing hitam seperti orang yang ketahuan memperkosa otomatis langsung menyaahkan video porno atau menyalahkan korban karena merangsang, padahal itu jelas salah mereka sendiri.
Jadi valentine hanya sebuah hari biasa saja yang tidak perlu dibuat heboh dan jadi bahan argumen kedua belah pihak tiap tahunya, jika kamu ingin merayakan valentine, silahkan. Jika tidak pun tidak akan merubah apapun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar