Rabu, 27 Januari 2016

Review film The 5th Wave

Capek melihat film dengan forumla yang sama? Cliche di tiap ceritanya terutama yang berasal dari negara yang sama format yang sama di decade yang sama? Kalian akan tambah kesal dengan film ini jika kalian capek dengan hal tersebut.



Seperti twilight, hunger games, divergent, maze runner dan banyak lagi cerita remaja yang terjebak pada situasi tertentu dengan dibumbui cinta terlarang ini memang sudah mulai membuat bosan. The 5th wave sayangnya melakukan hal yang sama. Dimana terjadi serangan alien yang membuat seorang remaja perempuan harus bertahan sambil saat berada di tengah konflik jatuh cinta pada seorang remaja pria yang ternyata adalah seorang alien. Terdengar mirip sesuatu? Tentu saja karena forumla yang sama sudah dilakukan berkali-kali.

Namun memang tidaklah adil menilai sebuah produk hanya karena formulanya sama. Kita tidak bisa menilai sebua makanan ringan hanya karena bungkus makanan ringanya sama dengan yang sebelumnya bukan?

Sayangnya walau kami berupaya untuk tidak bias pasa filmnya, pace yang buruk, akting yang kurang dan plot permasalahan child soldier yang dibuat paralel dengan survival heroine utama membuat filmnya jadi tidak fokus dan membingungkan.

Untuk yang satu ini, kami sangat setuju dengan review-review lain yang beredar di internet, mungkin bila memang ada sequelnya, sequelnya bisa menyelamatkan film pertamanya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar