Rabu, 19 Agustus 2015
Kritik Reviewer, Kritikus baik vs Kritikus Buruk
Kami mengkritik dan memberi review suatu produk, kemudian siapa yang mengkritik kritikan kami? Lalu siapa yang akan mengkritik krtikan krtikan kami? Membingungkan ya? Tentu saja. Tapi satu hal yang paling utama kritikus tidak selalu benar dan bukan opini publik. Aneh dan lucu terdengar hal itu dari kami? Sebentar.
Hal itu benar, kritikus bukanlah dewa yang selalu benar karena sesuatu itu bagaimanapun tidak bsia dilihat hanya secara objecktif saja pasti sisi subjektif akan selalu terbawa, anggap sebuah apel yang bagus seorang kritikus yang berusaha objektif akan tetap memberi nilai yang kurang sempurna untuk apel tersebut karena opininya pasti tercampur pada subjektifitas dirinya sendiri yang ternyata punya alergi Apel. Atau segampang tidak menyukai apel.
Jika begitu apakah artinya kritik itu percuma? Kritik tidaklah percuma, kritik bisa menjadi sarana perbaikan dan masukan se-subjektif apapun opini kritikus tersebut. Bahkan orang yang paling membenci twilight pun bisa menemukan hal baik di twilight karena dia seorang kritikus yang profesional dan orang yang paling suka twilight pun bisa memperlihatkan keburukan twilight karena dia seorang kritikus profesional.
Bagaimana membedakan kritikus baik dan buruk?
Seorang kritikus buruk biasanya kata-katanya penuh dengan kebencian dan berusaha menjatuhkan suatu produk tersebut bukan berdasarkan ingin memberikan saran untuk memperbaiki produknya, dari awal artikel sampai akhir tidak satupun kebaikan yang diperlihatkan. Apalagi untuk produk yang masih banyak yang sukanya. Karena tidak logis. bila kritikus tersebut benar tidak ada kebaikan di suatu produk, bagaimana mungkin banyak orang lain yang suka? Kemungkinan besar kritikus tersebut adalah orang egois yang merasa paling benar sendiri dan menulis ahnya utnuk kepentingan sendiri.
Seorang kritikus baik selalu memberikan petunjuk bagaimana seharusnya produk itu dibuat yang bisa membuat opininya berubah dan menjadi puas, seperti bagaimana bagusnya jika spiderman 3, karakter spiderman tidak perlu melakukan tarian aneh saat dia memakai kostum venom. Dari awal sampai akhir kritik banyak terdapat masukan dan tutur kata yang sopan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar