Kamis, 06 Agustus 2015

Review Film Avengers age of ultron


Mengecewakan, tidak sebagus film pertamanya apakah kutukan sequel selalu lebih buruk bila dibandingkan dengan film originalnya itu terjadi lagi? Sayangnya untuk Avengers age of ultron sepertinya memang kutukan tersebut terjadi lagi, kali ini menghantam dengan keras.



Avengers berkumpul kembali kali ini untuk melawan Ultron, robot perdamaian yang dibuat Tony Stark dan Bruce Banner sayangnya Ultron memiliki definisi sendiri untuk perdamaian yaitu punahnya manusia dari muka bumi.

Terdengar keren berharap magic dari avengers pertama bisa terulang kembali, sayangnya plot yang maju mundur, karakter baru yang muncul bersamaan tanpa background story dan beberapa adegan yang terlalu dipaksakan hanya untuk menunjukan sesuatu, kurang berhasil.

Vision, QuickSilver, Scarlet witch, mereka tiba-tiba ada begitu saja, memang mereka muncul sekilas di end credit film sebelumnya minus vision, tapi charm avengers pertama ada karena build up dari film-film terpisah sebelumnya sehingga kita tau captain america, thor dan ironman. Hal ini membuat kematian quicksilver seperti sesuatu yang dipaksakan, random dan tidak jelas.

Vision, karakter baru yang muncul paling tidak suka entrynya, Thor masuk membawa palunya berdiri diatas vision dan memanggil petir, tiba-tiba vision bangun dan langsung memihak avengers karena sutradaranya memintanya begitu? Yang benar saja.

Bukan film jelek, namun tidak sebanding dengan Avengers pertama, Film ini membuat captain america : civil war mengkhawatirkan karena penuh dengan karakter juga, mudah-mudahan ada backstory dan alasan yang cukup dibelakangnya bukan hanay ada disana karena ada disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar