Minggu, 08 Mei 2016

Review Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2)

Bioskop penuh, banyak pasangan muda-mudi rela mengantri? Ada film apa? Apakah mereka datang untuk nonton film Captain America : Civil War? Atau batman v Superman, tidak ternyata mereka mengantri untuk menonton sequel dari film tahun 2002 lampau ya, Ada Apa Dengan Cinta.



Di sequelnya kali ini tidak lagi fokus terhadap siapa pacar siapa atau romansa SMA cliche yang sering kita lihat di ribuan film lainya baik lokal, luar negeri, animasi dan bahkan pada buku-buku novel. Namun kita dibawa untuk melihat bagaimana karakter-karakter AADC menghadapi persoalan yang lebih dalam bila dibandingkan persoalan mereka saat sekolah yaitu mereka harus melangkah maju dari masa lalu untuk mencapai sebuah kehidupan dewasa yang mapan.

Sebenarnya, premisnya simple. Seorang mantan kekasih yang tiba-tiba hadir kembali menghantui seorang karakter dan langsung mempengaruhi kehidupanya. Ya di film ini ternyata Rangga dan Cinta sudah berpisah, langsung menghancurkan ending AADC pertama. Orang yang sering baca buku atau menonton film sejenis mungkin dari premisnya sudah bisa menebak jalan ceritanya. Jadi apakah layak di tonton? Sesuatu yang sama lagi? Tentu saja ya, apalagi jika anda penggemar AADC(2002)

Film berdurasi 120 menit ini akan mengajak penonton lama bernostalgia, mungkin membuat mereka bukan hanya bernostalgia dengan filmnya namun bernostalgia dengan kehidupan mereka sendiri, masa SMA para penonton dan kehidupan mereka saat ini. Untuk penonton baru film ini juga sangat menghibur dan bisa menjadi sebuah pesan moral yang bagus.

Akting dari para aktor dan aktris nya bisa dibilang cukup Dian Sastro bermain sangat baik disini memainkan karakter Cinta, namun lagi-lagi sama persis dengan ingatan kami  di AADC(2002) Nicholas Saputra terlalu kaku memainkan Rangga, karakter cool bukan berarti harus dimainkan secara kaku.

Film ini cocok untuk menemani anda bersama kekasih atau notnon bareng dengan keluarga. Namun saya rasa biarkan AADC menjadi legenda, kita tidak memerlukan lagi AADC3. Karena jika terus dipaksakan yang kita dapat hanya akan berakhir menjadi sebuah cliche dengan formula yang sama lagi, tidak salah. Hanya AADC patut mendapatkan lebih dari itu.

Untuk keseluruhanya ini adalah film yang bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar